Kenali Instrumen Pasar Modal (Saham, Reksadana)

Mau mulai investasi? Kenali yuk instrumen pasar modal!

Pasar modal adalah tempat bertemunya dua pihak, yaitu pihak investor dan emiten. Investor berperan sebagai pihak yang memiliki dana dan emiten sebagai badan usaha yang membutuhkan modal dan mengeluarkan surat berharga untuk diperdagangkan di pasar modal.

Instrumen keuangan yang diperdagangkan berupa instrumen jangka panjang yang memiliki jangka waktu lebih dari 1 tahun seperti obligasi, saham, reksadana dan lainnya.Akhir-akhir ini investasi pasar modal terus naik daun, salah satunya adalah saham.

Sebenarnya apa sih saham itu?

Saham adalah surat kepemilikan dari suatu perusahaan, jadi ketika membeli saham berarti kita membeli sebagian dari kepemilikan perusahaan. 

Sebagai sarana investasi, saham dapat memberikan 2 keuntungan, yaitu:

  1. Capital gain, atau keuntungan yang didapat dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga belinya. 
  2. Dividen, ketika perusahaan mendapatkan keuntungan dalam operasinya, mereka akan membagikan sebagian pendapatan kepada para investor dalam bentuk dividen.

Saat ini terdapat lebih dari 700 perusahan yang dapat kita pilih untuk dibeli sahamnya dan sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Lalu, bagaimana cara memulai membeli saham? Untuk dapat membeli saham, kita perlu mendaftar di perusahaan sekuritas yang akan menjadi perantara kita dalam melakukan jual beli saham. Oleh karena itu kamu dapat memilih sekuritas yang memiliki reputasi yang baik dan tercatat di OJK. Saat ini kita sudah bisa mendaftar secara online dan untuk memulai hanya memerlukan modal minim mulai dari Rp 100.000.

Setelah memiliki rekening sekuritas, kamu bisa mulai membeli saham yang kamu inginkan. Akan tetapi, usahakan untuk mempelajari cara menganalisis saham agar tidak membeli kucing dalam karung. Ada 2 jenis analisis yang sering digunakan, yaitu, analisis fundamental dan analisis teknikal. Analisis fundamental adalah melakukan analisa yang didasarkan dengan kondisi perusahaan, industri dan kondisi ekonomi. Sedangkan untuk analisis teknikal, berdasarkan pada data-data mengenai harga historis yang terjadi pada pasar saham. Itulah panduan umum untuk kamu yang mau mulai berinvestasi saham.

Instrumen investasi di pasar modal lainnya adalah reksadana. Reksadana merupakan alternatif investasi bagi kamu yang memiliki modal kecil, dan tidak memiliki banyak waktu untuk mempelajari instrumen investasi seperti saham atau properti. Secara pengertian, reksadana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat yang ingin berinvestasi, dan modal yang dikumpulkan akan diinvestasikan dalam bentuk portofolio efek oleh manajer investasi.

Reksadana sendiri terbagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Reksadana Pasar Uang

Jenis reksadana yang melakukan investasi pada instrumen investasi pasar uang seperti deposito berjangka, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan instrumen lainnya dengan masa jatuh tempo yang kurang dari satu tahun. Dengan tujuan menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal membuat jenis ini memiliki risiko relatif paling rendah.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis reksadana yang menaruh dana kelolaan minimal 80 persen kepada obligasi atau surat utang. Dengan tujuan menghasilkan tingkat pengembalian yang stabil dari kupon obligasi, risiko jenis ini relatif lebih besar dibanding reksadana pasar uang.

3. Reksadana Campuran

Reksadana campuran menggabungkan berbagai jenis portofolio yang berinvestasi, dapat berupa instrumen pasar uang, obligasi, hingga saham. Sehingga jenis reksadana ini bertujuan untuk pertumbuhan harga dan pendapatan. Reksadana jenis ini memiliki tingkat risiko yang moderat dan memiliki potensi tingkat pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang dan pendapatan tetap.

4. Reksadana Saham

Jenis reksadana ini mengalokasikan dana kelolaan minimal 80 persen pada saham. Dengan tujuan mendapatkan pertumbuhan pada harga saham dalam jangka panjang, serta dividen yang diberikan. Reksadana ini memiliki risiko tertinggi dibanding tiga jenis lainnya, akan tetapi juga memiliki potensi tingkat pengembalian yang tertinggi.

Ketika memilih berinvestasi pada reksadana, investor yang tidak memiliki pengetahuan mendalam terkait instrumen investasi masih bisa mendapatkan keuntungan dari pasar modal, selain itu juga bisa melakukan diversifikasi dalam berinvestasi. Kita bisa membeli reksadana melalui marketplace atau perusahaan aset manajemen yang menyediakan produk reksadana.

Risiko yang mungkin muncul dari memiliki reksadana adalah berkurangnya nilai unit penyertaan, hal ini terjadi ketika turunnya harga dari saham, obligasi atau surat berharga lainnya yang dimiliki oleh manajer investasi, walaupun risiko ini tentu diminimalisir dengan prinsip diversifikasi yang dilakukan pengelola dana.

Share this

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on whatsapp