Waktunya bikin resolusi keuangan di 2021

Share Post:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Selamat tahun baru 2021 untuk kita semua! Seperti tahun-tahun yang sebelumnya, tahun baru adalah saat yang tepat untuk memanjatkan doa dan niat untuk mencapai target hidup yang baru, termasuk meningkatkan kesehatan dompet kamu. Mengatur keuangan menjadi lebih penting lagi di momen transisi menuju new normal setelah dunia dilanda pandemi COVID 19. Karena tahun 2021 masih dihantui ketidak pastian pemulihan ekonomi, yuk rencanakan keuangan kita sebaik mungkin! Jangan sampai karena lalai merencanakan, kita bisa terjerumus ke masalah keuangan yang merugikan diri dan keluarga kita.

Ketika mulai berefleksi diri mengenai kesehatan dompet dan gaya hidup kita, mungkin kamu bertanya, gimana caranya aku bisa ngatur keuangan lebih baik lagi? Apa saja sih yang harus aku perhatikan? Ada 5 aspek keuangan penting yang bisa jadi resolusi kamu tahun ini. Simak yuk!

  1. Fokus Lunasi Hutang
    Jika kamu membayar utang terlebih dahulu dan tidak menabung, maka sisi jeleknya adalah kamu tidak akan memiliki apa-apa selain kartu kredit, khususnya jika kamu berada dalam keadaan darurat. Menggunakan kartu kredit untuk mendanai keadaan darurat hanya membuat kamu lebih sulit dalam melunasi utang.Kapan seharusnya kamu membayar utang? Bayar utang kamu sebelum menabung jika kamu memiliki kartu kredit dengan suku bunga tinggi. Dengan mengurangi saldo utang, Anda juga akan mengurangi jumlah bunga yang kamu bayarkan setiap bulan. Ini bisa memberi Anda rasa lega, dan tentu saja Anda memiliki penghasilan yang lebih di rekening tabungan.

  2. Persiapkan Dana Darurat
    Ada kalanya kebutuhan mendadak harus dipenuhi sementara budget yang kamu miliki saat ini terbatas untuk kebutuhan lainnya. Jika terjadi sesuatu dan kamu membutuhkan dana segar untuk menghadapinya, maka dana daruratlah yang jadi solusinya.Misalnya, terjadi suatu bencana yang tidak dapat kamu prediksi sebelumnya. Kamu bisa memanfaatkan dana darurat yang kamu miliki sebagai recovery atas permasalahan yang kamu alami. Secara rata-rata nominal dana darurat adalah enam kali dari pengeluaran bulananmu. Bagi kamu yang sudah berkeluarga atau pegawai kontrak, tentu harus siapkan dana darurat lebih besar, mulai dari 9 sampai 12 kali pengeluaran bulanan.

  3. Tambah Tabungan dan Investasi
    Peribahasa “hemat pangkal kaya” sudah sering sekali kita dengar sejak masih kanak-kanak.Orang tua Anda juga pasti mengajarkan hal yang sama, jika ingin cepat kaya, berhematlah dan tabunglah uang Anda.Kemudian di era sekarang ini, memiliki tabungan dan deposito atau setidaknya akun di sebuah bank menjadi sebuah kewajiban. Untuk membayar listrik, tagihan kartu kredit, menerima penghasilan gaji setiap bulannya, hampir segala aktivitas finansial kita berlangsung di bank.Karena itu, menabung di bank menjadi pilihan teraman dan ternyaman. Anda cukup memasukkan uang ke rekening Anda, dan selama Anda tidak menghilangkan ATM atau dokumen lainnya, uang Anda dipastikan aman di bank.Untuk mengantisipasi uang tabungan tergerus kenaikan harga setiap tahunnya (inflasi), kamu bisa mulai berinvestasi. Imbal balik dari investasi saham dan reksadana biasanya lebih tinggi dari presentasi kenaikan harga tahunannya. Kamu bisa mulai belajar beberapa instrumen investasi jangka pendek, menengah, atau panjang dengan berbagai profil risiko.Dengan menabung dan investasi, diharapkan kamu bisa mendapatkan tujuan keuanganmu seperti naik haji, nikah, atau beli rumah lebih cepat. Kalau kamu perlu punya strategi menabung lebih baik, kamu bisa download ALIA di Google Play atau Apple Store. ALIA akan membantu kamu menghitung tabungan harian yang perlu kamu simpan untuk mencapai tujuan keuangan kamu. Yuk segera download!

  4. Menambah Sumber Pendapatan
    Berlipat gandanya tabungan atau keuntungan investasi kamu sangatlah bergantung dengan jumlah kas yang kamu miliki. Semakin kamu memiliki pemasukan berlebih, tentunya dompet kamu semakin tebal. Apalagi untuk kita yang masih muda, kita bisa kerja sampingan sebagai desainer, copywriter, penerjemah, jualan makanan, dsb. sehingga ada gajih tambahan. Siapa tahu berawal dari iseng, bisa menghasilkan opsi karir dan pundi-pundi uang baru.
  5. Persiapkan Dana Pensiun
    Setiap manusia memiliki usia produktif dalam bekerja. Selepas masa-masa energik dan produktif itu, banyak orang berpikir untuk pensiun dan menikmati masa tua dengan melakukan hobi dan kegiatan menyenangkan yang belum sempat dilakukan selagi masih bekerja.Hasil survei Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2013 menunjukkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap program pensiun masih di bawah 7,13 persen atau rendah sekali. Penting kiranya, selagi masih muda, untuk mempersiapkan dana pensiun.Masa pensiun itu mahal. Bahkan, bisa jadi uang yang kita tabung sejak muda sudah turun nilainya sedikit demi sedikit karena inflasi.Berdasarkan dokumen ketenagakerjaan Amerika, kita membutuhkan sekitar 70 hingga 90 persen dari penghasilan kita untuk mempertahankan gaya hidup yang sama ketika berhenti bekerja. Jika kita mengetahui kebutuhan-kebutuhan yang akan kita penuhi jika sudah pensiun, kita bisa mempersiapkannya sedini mungkin.

Gatau mulai atur keuangan dari mana?

Catat keuangan dan menabung lebih mudah dengan ALIA. Kamu juga bisa konsultasi dengan penasihat keuangan loh!

Stay Connected

Baca Artikel Lainnya

Panduan Anti Boros

Belum akhir bulan gaji udah abis? Udah bikin budgeting tapi kok malah jebol? Itu berarti kamu cukup boros loh! Sebagian besar orang memiliki kesulitan dalam

Panduan Menabung

Menabung terdengar mudah dilakukan, pada nyatanya sulit diterapkan. Selalu saja ada kebutuhan lain yang mendadak sehingga uang untuk menabung tidak kunjung terkumpul. Padahal, kita memiliki

Panduan Tujuan Keuangan

Kita semua pasti pernah membuat tujuan keuangan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Misalnya ketika kita ingin membeli smartphone baru tahun depan, pasti kita mulai