Punya uang banyak pasti bahagia. Benar gak sih?

Share Post:

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on pinterest
Share on email

Kita sering mendengar ‘uang bukan segalanya, tapi segalanya perlu uang’ Apakah ini berarti untuk bisa bahagia perlu memiliki banyak uang?

Tentunya definisi kebahagiaan dapat berbeda bagi setiap orang, ada yang merasa cukup dengan aset 100 juta, ada yang 1 miliar, ada juga yang tidak memiliki aset tapi sudah merasa bahagia.

Menurut Professor Harvard Business School Ashley Whillians, Kebahagiaan adalah ketika uang yang kita miliki dapat digunakan untuk membeli lebih banyak waktu luang kepada diri kita sendiri. Sebagai contoh, kita membeli mesin cuci agar tidak perlu capek-capek mencuci dengan tangan setiap hari yang tentunya memakan waktu yang lebih lama juga.

Sebagai contoh lain, kita bisa memilih tinggal di tempat yang lebih dekat dengan kantor sehingga waktu perjalanan kita ke kantor lebih singkat dan tidak pusing terkena macet di jalanan.

Berdasarkan penelitian Elizabeth W. Dunn, uang akan memberikan kebahagiaan terbesar ketika kita menggunakannya untuk kepentingan orang lain, seperti memberikan donasi, bersedekah, hingga kegiatan amal lainnya.

Akan tetapi, ada saat dimana memiliki uang tidak memberikan kebahagiaan,misalnya ketika kita terlalu sibuk untuk bekerja sehingga tidak bisa memiliki waktu luang untuk melakukan kegiatan yang dapat memberikan kebahagiaan.

Sehingga, uang dapat memberikan kebahagiaan dengan memberikan kita waktu luang dan dengan berbagi kepada orang lain. Bagaimana dengan kamu? Apakah uang bisa memberikan kebahagiaan?

 

 

 

 

 

 

 

 

Gatau mulai atur keuangan dari mana?

Catat keuangan dan menabung lebih mudah dengan ALIA. Kamu juga bisa konsultasi dengan penasihat keuangan loh!

Stay Connected

Baca Artikel Lainnya

Panduan Anti Boros

Belum akhir bulan gaji udah abis? Udah bikin budgeting tapi kok malah jebol? Itu berarti kamu cukup boros loh! Sebagian besar orang memiliki kesulitan dalam

Panduan Menabung

Menabung terdengar mudah dilakukan, pada nyatanya sulit diterapkan. Selalu saja ada kebutuhan lain yang mendadak sehingga uang untuk menabung tidak kunjung terkumpul. Padahal, kita memiliki

Panduan Tujuan Keuangan

Kita semua pasti pernah membuat tujuan keuangan, baik secara sadar maupun tidak sadar. Misalnya ketika kita ingin membeli smartphone baru tahun depan, pasti kita mulai